Mengenai Saya
- Beternak Bebek
- Saya adalah pemuda yang hidup mandri yang tidak mau merepotkan orang tua, dari sejak sma saya ikut orang tua angkat hanya untuk mendapatkan pendidikan, melalui blog ini saya pengen bangt mengenalkan hasil jerih payah saya kepada temen-temen tentang peternakan bebek saya, karna saya masih pemula dalam blog ini maka data-data yang akuran belum bisa saya sajikan, kedepan saya akan lebih baik lagi....
Minggu, 26 Desember 2010
Jumat, 26 November 2010
Selasa, 23 November 2010
Data tentang berternak bebek saya
markuatsuparmin@yahoo.co.id silahkan hubungi saya disini
kenapa harus itik/bebek, kok tidak ayam, puyuh, atau jenis unggas lainnya, memang berbagai alasan yang menguatkan telah saya paparkan pada artikel artikel sebelumnya, dan kini saatnya saya coba menulis tentang analisis keuntungan beternak itik, tentunya dengan harapan ini menjadi dasar pijakan untuk para peternak pemula dibidang ini. adapun analisis yang saya gunakan saat ini adalah dengan menggunakan patokan harga yang berlaku saat ini di daerah jombang-mojokerto jatim.
1. jika usaha ini dimulai dengan 200 ekor itik siap telur
2. asumsi harga itik siap telur 42 ribu/ ekor
3. umur itik sekitar 5 bulan
4. tanah yang digunakan adalah 100 m2 (milik sendiri)
5. pemeliharaan dilakukan selama 10 bulan
6. harga telur konsumsi 1200/butir
7. harga pakan racikan sendiri 2400/kg
8. tingkat kematian 2%
9. produktivitas rata- rata 70%
10.masa pakai kandang 5 tahun
11.penggunaan pakan yang baik per 100 ekor,16kg
12.gaji pegawai untuk 1 orang adalah 500 rb
13.harga itik afkir adalah 31 ribu/ekor
maka dengan asumsi diatas maka kita dapat memperhitungkan besarnya modal, biaya, serta keuntungan yang dikeluarkan maupun yang diperoleh dalam waktu 10 bulan, dengan rincian sebagai berikut:
A. INVESTASI
Untuk point ini investasi adalah kandang dan ternak, dan karena kita ketahui bersama bahwa kandang yang digunakan adalah kandang dengan keadaan tidak permanen maka daya tahannya hanya untuk 5 tahun dan biaya pembuatan kandang dengan bahan baku dari bambu dan atap dari asbes adalah sebesar Rp 6 juta dengan kapasitas 200 ekor itik. sedangkan untuk biaya ternak adalah 42.000,- X 200 adalah 8,400.000,-
jadi total ivestasi adalah 14.400.000,-
B. BIAYA OPERASIONAL
1.biaya penyusutan kandang 6 juta : 60 bulan = 100.000,-
2.penyusutan itik 200 ekor X (Rp 42.000,- dikurangi 31.000,-)= 2.200.000,- dibagi 10 bulan adalah 220.000,-
3.biaya pakan, 20 kg X Rp.2400,- X 30 hari = 1.440.000,-
4.gaji karyawan sebesar 600.000,-
total biaya operasional adalah Rp. 2.040.000,-
C. PENDAPATAN PERBULAN
dari penjualan telur itik perbulan dengan asumsi harga telur 1200 per butir dan kemampuan bertelur rata- rata 70% maka 70% X 200 X 1200 X 30 hari adalah Rp. 5.040.000,-
D. KEUNTUNGAN PER BULAN
keuntungan adalah total pendapatan perbulan dikurangi total biaya operasional
maka = 5.040.000 - 2.040.000,- = 3.000.000,-
jadi itulah sekedar analisis awal yang dapat saya berikan, paling tidak menunjukkan kepada para calon peternak itik, bahwasanya beternak itik sangat menguntungkan asalkan standard pakan, kandang dan pemeliharaannya terpenuhi. perhitungan diatas dapat berubah sesuai dengan kondisi dilapangan
kenapa harus itik/bebek, kok tidak ayam, puyuh, atau jenis unggas lainnya, memang berbagai alasan yang menguatkan telah saya paparkan pada artikel artikel sebelumnya, dan kini saatnya saya coba menulis tentang analisis keuntungan beternak itik, tentunya dengan harapan ini menjadi dasar pijakan untuk para peternak pemula dibidang ini. adapun analisis yang saya gunakan saat ini adalah dengan menggunakan patokan harga yang berlaku saat ini di daerah jombang-mojokerto jatim.
1. jika usaha ini dimulai dengan 200 ekor itik siap telur
2. asumsi harga itik siap telur 42 ribu/ ekor
3. umur itik sekitar 5 bulan
4. tanah yang digunakan adalah 100 m2 (milik sendiri)
5. pemeliharaan dilakukan selama 10 bulan
6. harga telur konsumsi 1200/butir
7. harga pakan racikan sendiri 2400/kg
8. tingkat kematian 2%
9. produktivitas rata- rata 70%
10.masa pakai kandang 5 tahun
11.penggunaan pakan yang baik per 100 ekor,16kg
12.gaji pegawai untuk 1 orang adalah 500 rb
13.harga itik afkir adalah 31 ribu/ekor
maka dengan asumsi diatas maka kita dapat memperhitungkan besarnya modal, biaya, serta keuntungan yang dikeluarkan maupun yang diperoleh dalam waktu 10 bulan, dengan rincian sebagai berikut:
A. INVESTASI
Untuk point ini investasi adalah kandang dan ternak, dan karena kita ketahui bersama bahwa kandang yang digunakan adalah kandang dengan keadaan tidak permanen maka daya tahannya hanya untuk 5 tahun dan biaya pembuatan kandang dengan bahan baku dari bambu dan atap dari asbes adalah sebesar Rp 6 juta dengan kapasitas 200 ekor itik. sedangkan untuk biaya ternak adalah 42.000,- X 200 adalah 8,400.000,-
jadi total ivestasi adalah 14.400.000,-
B. BIAYA OPERASIONAL
1.biaya penyusutan kandang 6 juta : 60 bulan = 100.000,-
2.penyusutan itik 200 ekor X (Rp 42.000,- dikurangi 31.000,-)= 2.200.000,- dibagi 10 bulan adalah 220.000,-
3.biaya pakan, 20 kg X Rp.2400,- X 30 hari = 1.440.000,-
4.gaji karyawan sebesar 600.000,-
total biaya operasional adalah Rp. 2.040.000,-
C. PENDAPATAN PERBULAN
dari penjualan telur itik perbulan dengan asumsi harga telur 1200 per butir dan kemampuan bertelur rata- rata 70% maka 70% X 200 X 1200 X 30 hari adalah Rp. 5.040.000,-
D. KEUNTUNGAN PER BULAN
keuntungan adalah total pendapatan perbulan dikurangi total biaya operasional
maka = 5.040.000 - 2.040.000,- = 3.000.000,-
jadi itulah sekedar analisis awal yang dapat saya berikan, paling tidak menunjukkan kepada para calon peternak itik, bahwasanya beternak itik sangat menguntungkan asalkan standard pakan, kandang dan pemeliharaannya terpenuhi. perhitungan diatas dapat berubah sesuai dengan kondisi dilapangan
Beternak Bebek
BETERNAK BEBEK
Berternak adalah hal yang menyenangkan, tidak kita sadari dengan berternak kita bisa menghilangkan rasa stres kita setelah seharian bekerja dikantor. berikut ini kisah yang saya alami ketika berternak bebek.
1. Saya adalah seorang pemuda yang terlahir dari keluarga yang kurang mampu, saya dilahirkan dan dididik dengan semampu orang tua saya, sekolahpun saya harus berjuang sendiri, tapi bersyukur saya bisa meneruskan kejenjang Diploma biarpun dengan susah.
2. Dari uraian diatas saya bisa merasakan bagaimana rasanya ketidak mampuan, dari situ saya berpikir bagaimana menciptakan usaha sendiri yang bisa dikerjakan dengan tenaga ringan, maka terbesitlah keinginan saya untuk membuat peternakan bebek.
3. Sulit memang dalam merencanakan dan mealukan dalam langkah awal, saya harus mondar-mandir mengurusi pembuatan pagar, harus beli ini dan beli itu semua saya urusin sendiri, sampai suatu ketika selesailah kandang dengan kapasitas 200 ekor bebek,
4. Keinginan saya pun semakin kuat ketika sedikit demi sedikit bebek tersebut mulai saya beli, satu dua minggu kesenangan saya berternak semakin tinggi ketika melihat produksi telur yang semakin meningkat, setiap pagi harus disibukkan dengan memunguti telur yang berserakan ditanah, tapi dengan semangat saya jalani.
5. Pada suatu hari terkumpulah telur-telur itu sekian banyak sehingga saya pun kebingunan untuk memasarkan telur-telur tersebut, karna tidak mungkin telur-telur itu saya simpan lama karna bisa busuk, untunglah saya mempunyai seorang temen cewek yang orang tuanya bersedia mencarikan konsumen sehingga saat ini setiap minggu telur-telur itu sudah siap diantar ke konsumen saya itu sediri.
6. Dari uraian tersebut diatas saya bisa merasakan betapa senangnya bisa berternak karna tanpa kita sadari inkam dari hasil berternak bebek tersebut saya rasakan sangat memuaskan demikian perhitungannya...
Populas 200 ekor
bertelur tiap hari dibuat rata rata 150 telur karna yang 59 ekor belum bertelur
kalikan saja 150 x 1400 = 210.000 dalam satu hari
210.000 x 30 hari = 6.300.000 kotor
potongan : Pakan 1 bulan pembelian dedek 1.500.000
Pembelian konsentrat 500.000
2.000.000
jadi penghasilan bersih anda satu bulan dengan populasi bebek 200 ekor 4.300.000 bersih
dari uraian diatas jika dijalankan pasti ada selisihnya tapi tidak terlalu signifikan, tapi kenyataanya memang kayak itu, keuntungan kita bisa kita rasakan setelah kita berjalan 2 bulan, modal pun bisa kembali dalam waktu 4 s/d 5 bulan semua modal dari nol dapat kembali malah bisa lebih,
7. Pengalaman ini saya dapat dulu dari orang tua saya yang pernah mempunyai ternak bebek tapi tidak terlalu banyak saya berapa puluh ekor, ternyata sekarang saya sendiri bisa merasakannya, lebih jelasnya bisa hubungi saya di fasbook saya atau lewat email saya di markuatsuparmin@yahoo.co.id saya siap membantu sumbang saran untuk temen-temen yang mau hidup mandiri dengan cara berternak bebek
Berternak adalah hal yang menyenangkan, tidak kita sadari dengan berternak kita bisa menghilangkan rasa stres kita setelah seharian bekerja dikantor. berikut ini kisah yang saya alami ketika berternak bebek.
1. Saya adalah seorang pemuda yang terlahir dari keluarga yang kurang mampu, saya dilahirkan dan dididik dengan semampu orang tua saya, sekolahpun saya harus berjuang sendiri, tapi bersyukur saya bisa meneruskan kejenjang Diploma biarpun dengan susah.
2. Dari uraian diatas saya bisa merasakan bagaimana rasanya ketidak mampuan, dari situ saya berpikir bagaimana menciptakan usaha sendiri yang bisa dikerjakan dengan tenaga ringan, maka terbesitlah keinginan saya untuk membuat peternakan bebek.
3. Sulit memang dalam merencanakan dan mealukan dalam langkah awal, saya harus mondar-mandir mengurusi pembuatan pagar, harus beli ini dan beli itu semua saya urusin sendiri, sampai suatu ketika selesailah kandang dengan kapasitas 200 ekor bebek,
4. Keinginan saya pun semakin kuat ketika sedikit demi sedikit bebek tersebut mulai saya beli, satu dua minggu kesenangan saya berternak semakin tinggi ketika melihat produksi telur yang semakin meningkat, setiap pagi harus disibukkan dengan memunguti telur yang berserakan ditanah, tapi dengan semangat saya jalani.
5. Pada suatu hari terkumpulah telur-telur itu sekian banyak sehingga saya pun kebingunan untuk memasarkan telur-telur tersebut, karna tidak mungkin telur-telur itu saya simpan lama karna bisa busuk, untunglah saya mempunyai seorang temen cewek yang orang tuanya bersedia mencarikan konsumen sehingga saat ini setiap minggu telur-telur itu sudah siap diantar ke konsumen saya itu sediri.
6. Dari uraian tersebut diatas saya bisa merasakan betapa senangnya bisa berternak karna tanpa kita sadari inkam dari hasil berternak bebek tersebut saya rasakan sangat memuaskan demikian perhitungannya...
Populas 200 ekor
bertelur tiap hari dibuat rata rata 150 telur karna yang 59 ekor belum bertelur
kalikan saja 150 x 1400 = 210.000 dalam satu hari
210.000 x 30 hari = 6.300.000 kotor
potongan : Pakan 1 bulan pembelian dedek 1.500.000
Pembelian konsentrat 500.000
2.000.000
jadi penghasilan bersih anda satu bulan dengan populasi bebek 200 ekor 4.300.000 bersih
dari uraian diatas jika dijalankan pasti ada selisihnya tapi tidak terlalu signifikan, tapi kenyataanya memang kayak itu, keuntungan kita bisa kita rasakan setelah kita berjalan 2 bulan, modal pun bisa kembali dalam waktu 4 s/d 5 bulan semua modal dari nol dapat kembali malah bisa lebih,
7. Pengalaman ini saya dapat dulu dari orang tua saya yang pernah mempunyai ternak bebek tapi tidak terlalu banyak saya berapa puluh ekor, ternyata sekarang saya sendiri bisa merasakannya, lebih jelasnya bisa hubungi saya di fasbook saya atau lewat email saya di markuatsuparmin@yahoo.co.id saya siap membantu sumbang saran untuk temen-temen yang mau hidup mandiri dengan cara berternak bebek
Langganan:
Postingan (Atom)












